October 4, 2011

Facebook dan Generasi Z

Pagi ini saya baca sebuah email, isinya cukup menarik. Karena isinya menyangkut ide yang hari-hari ini berputar-putar di kepala saya. Yaitu tentang Facebook! Kepengen rasanya saya menulis tema Facebook, disorot dari kenarsisan kita masing-masing. Email itu menyebutkan pendapat seorang Husin Wijaya dari Markplus yang bercerita tentang Generasi Z, generasi yang aktif di dalam sejarah tumbuhnya internet, yakni mereka yang berusia 13-31 tahun. Generasi Z ini punya sisi gelap, yakni:

• Attention deficit disorder.
• Mahir menulis tapi sukar mengkomunikasikan.
• Tiap hari berhadapan dengan screen.
• Adiktif dengan internet.
• Kehilangan waktu untuk sosialisasi nyata.
• Tidak pernah bergerak, jarang berolahraga.
• Cari gampang, dengan mencari bajakan.
• Tidak punya etika kerja, akan menjadi calon karyawan yang buruk.
• Narsistik.
• Tidak peduli dengan apa kata orang.



Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, tetapi ada salahnya juga. Setidaknya saya pun merasakan apa yang disampaikan Husin itu. Generasi Z yang memang lagi membludak di zaman ini. Kalau dulu ada superhero Zorro yang suka berkuda dan bertopeng hitam, selalu menaruh huruf Z di tubuh musuhnya, Kini Z menjadi sebuah sebutan untuk generasi 3G yang sudah sangat melek teknologi. Dengan ciri yang kurang lebih sama dengan apa yang saya sebutkan di atas. Nah, Husin Wijaya menyebutkan lagi bahwa dari karakter itu akan muncul perilaku yang seperti ini:

• Generasi yang multitasking (Facebook prayer (selalu menulis status), thumber (jari-jemari bermain telepon), messenger 24/7, youtuber, ipoder).
• Kolaboratif. Lebih memilih kerja secara matrix, fleksibel, dan tidak secara hirarkis.
• Prosumer, konsumen yang menciptakan produknya sendiri.
• Customize personalize , dimana segala sesuatunya bisa dikustomisasi sesuai keinginan konsumen.
• Scrutinizer, di mana apapun yang dibuat online selalu diplesetkan.
• Kita yang menentukan sendiri sebelum kita memutuskan membeli produk, dan bukan ditentukan oleh produsen.
• Kita hidup di dunia penuh permainan dan warna, yang akan mewujudkan kreatifitas.
• Relationship , saling berhubungan satu sama lain, meskipun kadang hubungan itu semu (melalui jejaring sosial).
• Speed eaters, pemakan segalanya secepat mungkin.
• Semakin pintarnya teknologi yang akan semakin membantu aksesibilitas kita.

Saya jadi tahu alasannya kenapa ada beberapa teman yang akrab kalau di YM, Facebook dan yang lain, tetapi ketika ketemu langsung malah menjauh, menghindar bahkan ga mau menemui saya. Mungkin mereka merasa nyaman dengan cara bergaul seperti itu.

diambil dari : www.burhanshadiq.com

No comments:

Post a Comment